Selasa, 02 Agustus 2016

Pakaian tak melambangkan sifat individu. Dakwah tak mengatakan dia itu malaikat.
.
"Ada yang mengatakan dakwah sana-sini, tapi kelakuannya masih ngablak ".
.
"Ada yang bilang sudah pakai niqob, sdh ttp aurat, pakai sorban, jubah, tpi kelakuannya tdk bisa di jaga ".
.
Kamu tahu? Mereka yang tutup aurat, yang berdakwah sana-sini, sebenarnya mereka tengah lawan hawa nafsu dan bisikan syaitan.
.
Mereka ada kisah silam. mereka masih manusia yg tak lepas dari dosa & khilaf, tapi mereka juga ingin lawan semua itu dan meninggalkan perbuatan maksiat itu.
.
Mereka buat dakwah bukan untuk memperbaiki orang lain tapi hakikatnya mereka ingin memperbaiki diri mereka terlebih dahulu.
Kadang² mereka tersasar,
mereka khilaf
Mereka goyah
Mereka salah
Semua itu kerana mereka bukan malaikat.
Sama pendosa sepertimu.
Mereka masih manusia biasa. Tugas kita sebagai sesama hamba ajak dia ke arah kebaikkan, kita betulkan jika ada yang salah ,
Tegur dengan cara baik, dakwah dari hati ke hati , doakan dia bukan dengan mencemuh"
(Sdh trttp tapi kelakuan masih kayak gitu. Mnding lepas saja apa yg Kamu pakai )
.
Kita tau ia berubah ke arah possitive, tapi lontaran kata-kata begitu, adakah pendorong possitif agar ka berubah ke arah kebaikkan? Bukan salahkan pakaian dan kita harus membencinya. Bukan sayang . . .
Tpi bencilah dosa itu.
.
.
Berjilab/berniqab bukan melambangkan "Ia sudah BAIK." NO! Tapi ia sedang berusaha untuk patuh memakai syariat agama, jangan cemuh pendosa. Persis kita tidak ada dosa.
Walaupun berserban 24 jam sekalipun, berniqab 24 jam sekalipun, berhijab dan berjubah 24 jam sekalipun,
Malaikat tak putus putus mencatat dosa dosa kita .
.
Jangan cepat menghukum orang yang berdakwah menutup aurat cara sunnah. Sekurang kurangnya mereka cuba perbaiki diri walaupun masih banyak salah.
.

Tapi yang suka menghukum orang lain, semoga mereka sadar mereka bukan Tuhan untuk menghukum. Buatlah kerja nabi untuk dakwah, jangan buat kerja Allah yaitu menghukum hambaNya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar